Pangkalpinang| Jejakkriminal.com – Polresta Pangkalpinang meningkatkan pengawasan terhadap distribusi bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menyusul antrean kendaraan yang masih terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Kapolresta Pangkalpinang, Kombes Pol Indra Wijatmiko, memimpin langsung inspeksi ke SPBU di kawasan Gabek dan Pangkalbalam, Rabu (15/7/2026), guna memastikan penyaluran BBM bersubsidi berjalan sesuai ketentuan serta mencegah potensi penyalahgunaan.
Dalam pemantauan tersebut, Kapolresta bersama personel melakukan pengecekan terhadap barcode kendaraan roda empat yang mengisi BBM. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya kendaraan yang melakukan pengisian berulang demi memperoleh keuntungan dari BBM bersubsidi.
“Kami turun langsung untuk memastikan proses distribusi BBM berjalan dengan baik dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. Pemeriksaan barcode juga dilakukan agar tidak ada penyalahgunaan melalui pengisian berulang,” ujar Kombes Pol Indra Wijatmiko.
Menurutnya, hasil koordinasi dengan Pertamina menunjukkan pasokan BBM ke seluruh SPBU di Kota Pangkalpinang masih dalam kondisi aman dan distribusinya berlangsung normal.
Meski demikian, Polresta Pangkalpinang menegaskan akan menindak tegas setiap pelanggaran yang berkaitan dengan penyalahgunaan BBM bersubsidi.
“Apabila ditemukan adanya praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi, tentu akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Kapolresta.
Selain melakukan pengawasan distribusi, Polresta Pangkalpinang juga menempatkan personel di sejumlah SPBU untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan yang mengantre. Kehadiran polisi di lapangan bertujuan menjaga kelancaran arus lalu lintas, memberikan rasa aman kepada masyarakat, serta memastikan aktivitas pengisian BBM berlangsung tertib.
Kapolresta turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Ia menegaskan bahwa stok BBM masih tersedia dan proses penyaluran dari Pertamina tetap berjalan sebagaimana mestinya.
“Diharapkan masyarakat tidak terpancing kepanikan. Mari bersama-sama menjaga ketertiban sehingga distribusi BBM dapat berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” pungkasnya.












