Catatan Kelam Jadwal Pemadaman PLN Babel Januari 2026, Durasi Panjang yang Mengcekik Produktivitas

Nasional23 views

Ilustrasi Pemadaman Listrik

BANGKA| Jejakkriminal.com  – Pemadaman listrik kembali menghantui masyarakat Bangka Belitung. Melalui pengumuman resmi, PLN kembali menjadwalkan pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah di Pulau Bangka, mulai Senin, 26 Januari hingga Jumat, 30 Januari 2026.

Sebuah pengumuman jadwal pemadaman listrik yang dirilis oleh PLN Danantara Indonesia untuk periode akhir Januari 2026 menjadi sorotan tajam.

Pasalnya, jadwal yang merinci pemadaman dari Pangkalpinang hingga Toboali ini dianggap publik bukan lagi sekadar prosedur teknis, melainkan ritual tahunan yang tak kunjung usai.

Kondisi ini dianggap dalih klasik di tengah Modernitas. Dalam surat resminya, PLN berdalih bahwa pemadaman ini merupakan bagian dari pekerjaan pembangunan dan pemeliharaan jaringan distribusi demi meningkatkan kualitas pelayanan.

Namun, bagi masyarakat Bumi Serumpun Sebalai, alasan ini terdengar seperti kaset rusak yang diputar berulang-ulang setiap tahun.

Alasan yang disampaikan PLN nyaris selalu sama dari tahun ke tahun, pemeliharaan dan pembangunan jaringan distribusi demi meningkatkan keandalan layanan. Namun bagi warga, narasi itu terdengar seperti mantra lama yang diulang setiap awal tahun.

Kritik tajam mulai bermunculan di berbagai platform media sosial. Warga mempertanyakan mengapa di era transformasi digital, infrastruktur kelistrikan di Babel masih memerlukan pemadaman total (maintenance outage) dengan durasi yang sangat lama, rata-rata mencapai 3 hingga 7 jam per hari.

“Setiap tahun alasannya selalu sama, pemeliharaan. Jika setiap tahun dipelihara dengan durasi berjam-jam, seharusnya jaringan kita sudah yang terbaik di Indonesia. Tapi kenyataannya, ini seperti ritual yang wajib ada, dan rakyat yang menanggung ruginya,” ujar salah satu pelaku UMKM di Pangkalpinang yang enggan disebutkan namanya, Senin (26/01/2026).

Bukan hanya rumah tangga, pemadaman ini juga menyasar rumah sakit, klinik, sekolah, kantor pelayanan publik, kawasan industri, hingga pelaku UMKM.

Aktivitas ekonomi warga terganggu, proses belajar mengajar tersendat, dan pelayanan publik dipaksa bergantung pada genset.

“Kalau cuma satu-dua jam mungkin masih bisa dimaklumi. Tapi ini berjam-jam, dan hampir setiap tahun selalu begitu. Seperti ritual wajib,” keluh warga Pangkalpinang lainya.

Durasi pemadaman yang dimulai dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB di beberapa titik seperti Mentok dan Koba, jelas memukul sektor ekonomi.

Jam-jam tersebut merupakan waktu produktif di mana perkantoran, bengkel, hingga sektor kuliner sangat bergantung pada pasokan listrik.

Berdasarkan data jadwal yang diterima:

1. Senin, 26 Januari 2026

Pangkalpinang (09:00 – 12:00): Jl. Jend. Sudirman, Komplek RSBT, Kampung Dalam, Pasir Mambo, dan sekitarnya.

Sungailiat (10:00 – 13:00): Kel. Lumut, Simpang Gedong, Tj. Batu, Berbura.

Mentok (09:00 – 16:00): Belo Laut, Rintis, Air Samak, PT Lestari Alam Selindung.

Toboali (09:00 – 13:00): Ds. Jelutung, Serdang, Tj. Sangkar, Kumbung.

Koba (09:00 – 16:00): Petai, Kerasak, Perumahan Kebang Kemilau.

2. Selasa, 27 Januari 2026

Pangkalpinang (09:00 – 12:00): Sebagian Jurung, Kimak, Cengel.

Sungailiat (09:00 – 13:00): Kel. Romodong, Bantam, Bedukang, dan berbagai TU/CV di pesisir.

Mentok (09:00 – 13:00): Berang, Jelutah, Air Sindrum, Rimba Pasir.

Toboali (10:00 – 13:00): Ds. Sukajaya, Sumber Jaya Permai, Tj. Labu.

Koba (09:00 – 16:00): TU Gunung Prima, PT Berkah Bumi Laut, Ds. Pal 4, Kurau.

3. Rabu, 28 Januari 2026

Pangkalpinang (09:00 – 16:00): Sebagian Jl. Fatmawati, Perum. Taman Surya, Tua Tunu.

Sungailiat (10:00 – 13:00): Simpang Bedukang, Air Hantu, Kamp Madura.

Mentok (09:00 – 16:00): Kapuk, Nekang, Tiang Tara, Dalil, PT GCM.

Toboali (10:00 – 13:00): Desa Paku, Bukit Lebuk, Air Sampik, Bukit Samak.

Koba (09:00 – 12:00): Padang Mulia.

4. Kamis, 29 Januari 2026

Pangkalpinang (09:00 – 12:00): Petaling, Mendu, Air Pandan, Kandang Ayam PT SMS.

Sungailiat (09:00 – 13:00): Kampung Pasir, Matras, Pantai Parai, Ds. Cangkum.

Mentok (09:00 – 12:00): Tebing Tebing, Kacung, Air Bulin, Pangkalan Beras.

Toboali (10:00 – 13:00): Ds. Permis, Rajik, Sebagin, Jl. Teladan Baru.

5. Jumat, 30 Januari 2026

Pangkalpinang (13:00 – 16:00): Dealova, SDN 3, Jl. Jembatan 12, Kantor Camat Rangkui, SMPN 5.

Sungailiat (09:00 – 12:00): TPA Kenanga, Perumahan Puri Kenanga.

Ketergantungan pada genset menjadi solusi mahal yang harus diambil warga, yang secara otomatis membengkakkan biaya operasional di tengah kondisi ekonomi yang sedang menantang.

Publik menilai, PLN seharusnya sudah memiliki mitigasi yang lebih cerdas dibandingkan harus memutus aliran listrik secara masif.

Teknologi Hot Line Maintenance (pekerjaan dalam kondisi bertegangan) seharusnya lebih dioptimalkan agar aktivitas masyarakat tidak lumpuh total.

Sikap PLN yang hanya memberikan pengumuman jadwal dianggap sebagai bentuk komunikasi satu arah yang tidak solutif.

Masyarakat tidak butuh sekadar jadwal kapan mereka akan gelap gulita, namun butuh kepastian kapan infrastruktur listrik Babel benar-benar tangguh tanpa perlu “ritual” pemadaman rutin.

Hingga berita ini diturunkan, gelombang protes di dunia maya terus mengalir. Masyarakat menuntut adanya kompensasi yang nyata, bukan sekadar permohonan maaf dan instruksi untuk menghubungi Call Center 123 saat listrik padam di luar jadwal.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed