Dugaan Penyalahgunaan BBM Bersubsidi SPBU Mini Benteng

Kriminal181 views

Pangkalan Baru| Jejakkriminal.com- Adanya dugaan Penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar tepatnya di SPBU Mini 25.336.07 Benteng, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi kepulauan Bangka Belitung.

Dari pantauan Awak media Kamis (29/12/2022) Pukul 12.02 Wib terlihat Seseorang lagi mengakut BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar mengunakan Gerobak Sorong secara berulang-ulang.

Terpisah tak jauh dari SPBU Mini terlihat Kurang lebih diperkirakan ada Ratusan Jerigen diduga berisi BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar

Lalu Awak media mempertanyakan ke pengerit, buat apa BBM -BBM sebanyak ini ? Pengerit menjawab, “buat nelayan Pak”, ucapnya.Konfirmasi Pemilik SPBU Mini berinisial AN lewat Nomer WhatsAppnya sudah dibaca Centang biru dua akan tetapi tidak ada tanggapan.

Konfirmasi ke Kapolresta Pangkalpinang Lewat Nomor WhatsAppnya mengatakan Terimakasih, nanti kami Cek”.

Pasal 18 ayat (2) dan (3) Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (“Perpres 191/2014”) berbunyi:

Badan Usaha dan/atau masyarakat dilarang melakukan penimbunan dan/atau penyimpanan serta penggunaan Jenis BBM Tertentu yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Badan Usaha dan/atau masyarakat yang melakukan pelanggaran atas ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 53 jo. Pasal 23 ayat (2) huruf c Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (“UU 22/2001”) kemudian mengatur bahwa:Setiap orang yang melakukan: Pengolahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 tanpa Izin Usaha Pengolahan dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling tinggi Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah); Pengangkutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 tanpa Izin Usaha Pengangkutan dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling tinggi Rp40.000.000.000,00 (empat puluh miliar rupiah); Penyimpanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 tanpa Izin Usaha Penyimpanan dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling tinggi Rp30.000.000.000,00 (tiga puluh miliar rupiah);

Niaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 tanpa Izin Usaha Niaga dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling tinggi Rp30.000.000.000,00 (tiga puluh miliar rupiah).

Dengan adanya Penyalahgunaan BBM bersubsidi yang diduga Solar, masyarakat dan Negara telah dirugikan oleh Oknum Penyalahgunaan BBM bersubsidi tersebut. minta kepada pihak APH untuk menindak tegas dan di proses dengan hukum yang berlaku di Republik Indonesia. Serta sesuai dengan instruksi Kapolri untuk menindak tegas pelaku penyalahgunaan BBM bersubsidi.(DM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed