Diduga SPBU 24.331.162 Desa Jeruk Telah Melakukan Penyalahgunaan BBM Jenis Pertalite

Bangka tengah| Jejakkriminal.com- SPBU 24.331, 162. Diduga telah melakukan penyalahgunaan BBM bersubsidi Jenis Pertalite Tepat berada di jalan Raya Desa jeruk,Kecamatan Pangkalanbaru,kabupaten Bangka Tengah, Provinsi kepulauan Bangka Belitung.

Pantauan dilapangan Jum’at (01/03/2024) Terlihat mobil dan motor beserta jerigen yang berisikan jenis Pertalite terkumpul disebuah tempat pemakaman atau perkuburan. Agar terhindar dari pantauan Aparat Penegak hukum kepolisian setempat.

Ditemui ditempat Pengumpulan bensin mengunakan Mobil dikatakan. Hairol, kalau kita Ngerit di SPBU ini lah pak karena SPBU ini dekat dari kita tinggal dikarenakan sering kita isi bensin kita memberikan Per Rp,2000. Setiap pengisian ke petugas SPBU tersebut.

Hal yang sama juga disampaikan Abu salah satu pengerit yang disamperin wartawan ketika sedang Ngecor bersama motornya mengatakan.

“Kalau kita Ngerit di SPBU tersebut kita bayar sama dengan kawan – kawan yang datang.”katanya.

Adanya kegiatan yang dilakukan para pengerit dengan menyalahi peraturan Undang – undang tanpa dilengkapi izin usaha Awak media ini masih berupaya meminta tanggapan kepada pihak penegak hukum tentunya kepolisian setempat.

Bahkan di dalam undang – undang migas tertulis dan di paparkan untuk diketahui Bagi para Usaha dalam mendirikan Sebuah SPBU. Pengangkutan BBM Sama halnya dengan penyimpanan, untuk melakukan pengangkutan juga harus memiliki Izin Usaha Pengangkutan. Setiap orang yang melakukan pengangkutan tanpa Izin Usaha Pengangkutan dapat dikenakan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 53 huruf b UU Migas:

Setiap orang yang melakukan Pengangkutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 tanpa Izin Usaha Pengangkutan dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling tinggi Rp40.000.000.000,00 (empat puluh miliar rupiah)

Setiap orang yang menyalahgunakan Pengangkutan dan/atau Niaga Bahan Bakar minyak yang disubsidi Pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp60.000.000.000,00 (enam puluh miliar rupiah).

(TOP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed