Selain Timah, TNI AL Amankan 9.300 Ton Monazite Bahan Nuklir di Babel

Nasional388 views

Jakarta| Jejakkriminal.com – TNI AL tidak hanya menyita ratusan ton balok timah ilegal di Bangka Belitung. Satuan tugas TNI AL juga berhasil mengamankan “harta karun” strategis berupa ribuan ton mineral ikutan timah yang mengandung unsur radioaktif dan bernilai tinggi bagi industri masa depan.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul, membeberkan temuan mengejutkan tersebut. Ia merinci, TNI AL menyita total 10.762 ton logam tanah jarang atau rare earth elements dalam operasi gabungan.

“Kami mengamankan total 10.762 ton logam tanah jarang yang terdiri dari Monazite dan Zircon dari tangan para pelaku ilegal,” ujar Tunggul dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (16/2).

Bahan Baku Nuklir Masa Depan

Tunggul menjelaskan, dari total sitaan tersebut, porsi terbesar berupa Monazite yang mencapai 9.380 ton. Dunia mengenal mineral ini sebagai komoditas strategis karena mengandung Thorium, salah satu bahan baku vital untuk pengembangan energi nuklir dan teknologi tinggi.

Selain Monazite, petugas juga menyita 1.381 ton Zircon dan Ilmenite yang jumlahnya masih dalam proses penghitungan.

Nilai Ekonomi Belum Terhitung

Meski volume sitaan sangat fantastis, Tunggul menyebut pihaknya belum bisa menaksir nilai rupiah dari ribuan ton Monazite tersebut. Ia mengakui kendala regulasi menjadi penyebab utamanya.

“Kami belum dapat menghitung nilai Monazite dan logam tanah jarang lainnya sebagai pendapatan negara karena pemerintah belum menerbitkan regulasi harganya di Indonesia,” jelas Tunggul.

Berbeda dengan logam tanah jarang, TNI AL sudah bisa menghitung nilai sitaan komoditas timah (balok, bijih, dan koin) yang mencapai Rp 173,6 miliar.

Operasi Jangka Panjang

Tunggul menambahkan, keberhasilan ini merupakan buah dari operasi intensif TNI AL bersama satuan lapangan (satlap) Tri Cakti sepanjang tahun 2025 hingga 2026. Mereka menyasar praktik pertambangan ilegal (illegal mining) dan penyelundupan sumber daya alam lewat jalur laut maupun darat.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali bahkan telah meninjau langsung gunungan barang bukti tersebut usai memimpin latihan anti-akses dan anti-amfibi di Bangka Belitung, Minggu (15/2).

Ali menegaskan langkah ini mendukung penuh arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memberantas kebocoran sumber daya alam yang merugikan negara.

Sumber ; indonesiadefense.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed