Hujan Bongkar Kualitas Jelek Proyek Rp141 Juta di Kelurahan Menjelang, Siring Berkali-kali Ambrol

Nasional21 views

Mentok| Jejakkriminal.com , — Hujan yang mengguyur Kota Mentok dalam beberapa hari terakhir kembali membongkar kualitas proyek pembangunan Siring di RT 01 RW 01 Kelurahan Menjelang, Kecamatan Mentok.

Bangunan Siring yang baru dikerjakan itu ambrol dan rusak parah. Kerusakan terjadi tak lama setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Warga menduga ambrolnya Siring bukan semata akibat faktor cuaca. Kualitas pengerjaan proyek dinilai buruk dan mengarah pada kegagalan konstruksi.

Proyek Siring ini diketahui dikerjakan oleh CV Sahaja Landmark. Anggaran bersumber dari APBD Kabupaten Bangka Barat Tahun 2025.

Nilai proyek tersebut mencapai Rp141.878.000. Angka yang dinilai tidak kecil untuk hasil pekerjaan yang mudah rusak.

Menurut warga sekitar, bagian Siring tersebut bukan kali pertama ambrol. Bahkan disebut sudah berkali-kali diperbaiki namun kembali roboh.

Hingga Sabtu (10/1/2026), kondisi di lokasi proyek masih memprihatinkan. Bongkahan semen dan batako pecah terlihat menutup aliran Siring yang rusak.

Pantauan Asatu Online menunjukkan panjang Siring yang ambrol mencapai sekitar 30 meter. Material bangunan hanya berupa pasangan batako yang diplester semen.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan kuat bahwa pengerjaan proyek dilakukan asal jadi. Bahkan dinilai tidak memenuhi standar konstruksi yang semestinya.

Seorang pekerja di lokasi mengungkapkan, Siring bagian depan sudah roboh hingga lima kali. Pernyataan ini semakin menguatkan dugaan buruknya kualitas pekerjaan.

“Tukang yang awalnya memborong pekerjaan ini kabur karena sudah rugi. Sekarang kami kembali mengerjakan,” ujar pekerja tersebut beberapa hari lalu.

Lurah Menjelang, Fitria Anggreini, membenarkan adanya kerusakan proyek tersebut. Ia menyebut pihak kelurahan telah melaporkan kondisi itu kepada pemborong.

“Masih masa pemeliharaan. Kami sudah lapor ke pemborongnya. Mereka mau memperbaiki, tapi katanya terkendala hujan,” tulis Fitria saat dikonfirmasi, Jumat (9/1/2026).

Sementara itu, Direktur CV Sahaja Landmark yang disebut bernama Oni belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp tidak mendapat respons.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Bangka Barat juga masih diupayakan konfirmasinya, terutama terkait sanksi atas buruknya kualitas proyek yang dibiayai uang rakyat tersebut.

Sumber ; asatuonline.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed