Jejakkriminal.com- Kalau tidak mau dikritik, jangan jadi pejabat” adalah pandangan umum yang menekankan bahwa jabatan publik membawa tanggung jawab untuk melayani rakyat, sehingga kritik adalah bagian tak terpisahkan dari demokrasi dan pengawasan kinerja; pejabat yang baik harus siap menerima masukan, sementara yang tidak tahan kritik sebaiknya memilih profesi lain agar publik bisa terus menyampaikan aspirasi. Kritik bertujuan memastikan kinerja baik dan mencegah korupsi, sementara pejabat diharapkan bersikap profesional, tidak defensif, dan melihat kritik sebagai masukan membangun, bukan ancaman.
Mengapa kritik itu penting bagi pejabat:
Pengawasan Kinerja: Rakyat memilih pejabat agar suara mereka didengar dan bekerja demi kepentingan publik, bukan untuk kepentingan pribadi.
Demokrasi: Kritik adalah bagian dari kebebasan berpendapat yang dilindungi, memungkinkan masyarakat mengontrol jalannya pemerintahan.
Peningkatan Kualitas: Pejabat seharusnya menggunakan kritik untuk memperbaiki kinerja dan melayani lebih baik.
Sikap pejabat terhadap kritik:
Siap Menerima: Pejabat publik harus memiliki mental yang kuat untuk siap dikritik, seperti yang disampaikan oleh tokoh seperti Rizal Ramli dan Dokter Tirta.
Bersikap Profesional: Mendengarkan kritik tanpa defensif, bersikap tenang, dan tidak memperburuk situasi.
Membedakan Kritik dan Hinaan: Kritik yang membangun harus dihargai, sementara hinaan yang tidak berdasar bisa ditanggapi secara profesional, tanpa merasa terancam atau membungkam masyarakat.
Jika tidak siap dikritik:
Lebih baik tidak menjadi pejabat publik. Ada pepatah yang mengatakan, “kalau pejabat gak doyan dikritik, gak doyan diberimasukan, ya jadi orang biasa saja”.
Red












