Tapanuli Selatan | Jejakkriminal.com – Karier politik panjang seorang tokoh berinisial SP—mulai dari dua periode di DPRD Medan, tiga periode di DPRD Sumatera Utara, hingga dua periode memimpin Kabupaten Tapanuli Selatan—diduga belum mampu meredam ambisinya untuk terus mengendalikan berbagai proyek pembangunan di kampung halamannya.
Di usianya yang mendekati 70 tahun, SP disebut-sebut masih aktif melakukan kunjungan ke berbagai kecamatan. Dalihnya adalah silaturahmi, namun menurut sejumlah warga, agenda tersebut diduga sekaligus menjadi sarana untuk memetakan potensi proyek yang bisa “diolah” oleh jaringan tertentu.
Dua warga Kecamatan Saipar Dolok Hole, Ahmad Dalimunthe dan Rasoki Rambe, mengungkapkan pada Selasa (17/11/2025) bahwa sejumlah proyek pembangunan di kecamatan mereka serta kecamatan tetangga, Aek Bilah, diduga dikendalikan oleh oknum Kepala Desa dan individu yang dikenal dekat dengan SP.
Penelusuran yang mereka lakukan—sebagai bagian dari investigasi warga yang tengah belajar menjadi jurnalis—mengarah pada temuan bahwa proyek pembangunan Poskesdes dan Polindes di dua kecamatan tersebut diduga diborong oleh jaringan SP.
“Anggaran tiap proyek mencapai ratusan juta rupiah. Tapi di lapangan, yang memegang kendali diduga orang-orang SP dari Sidimpuan. Ada juga yang ditangani oknum kades yang memang dekat dengan beliau,” ujar keduanya.
Tak berhenti di sektor kesehatan, proyek-proyek pembangunan di bidang pendidikan, pertanian, hingga pekerjaan umum (PU) juga diduga berada dalam kendali lingkaran dekat SP. Total anggaran yang terlibat diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.
“Di Aek Bilah, kami menemukan proyek cor rabat beton tanpa pondasi. Warga bilang pekerjaan itu dikerjakan oleh HR, yang dikenal sebagai tangan kanan SP,” ungkap Rambe.
Masyarakat kemudian melontarkan sindiran bahwa SP seolah tak pernah berhenti memburu keuntungan, meski telah menduduki berbagai posisi strategis selama puluhan tahun.
“Kalau di pusat ada Opung LBP, di Tapsel ada Opung SP yang seakan tak pernah kenyang mengejar dunia,” ujar salah seorang warga.
Upaya konfirmasi melalui panggilan telepon dan pesan singkat ke nomor yang biasa digunakan SP (0811-6256-xxx) belum membuahkan hasil. Hingga berita ini diterbitkan, tidak ada tanggapan resmi dari pihak SP. (Arios)













