Bangka | JejakKriminal.com – Stunting (ganguguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak) masih menjadi isu prioritas nasional dalam pembangunan jangka menengah 2020 – 2024 dengan target penurunan yang signifikan,dimana pada tahun 2024 menjadi 14 persen.
Untuk itu Pemkab Bangka melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bangka melakukan Audit Kasus Stunting (Identifikasi) Kabupaten Bangka Tahun 2023 yang bertempat di Hotel Novilla Sungailiat.Kamis (04/05/2023).
Kepala Dinas DP2KBP3A Kabupaten Bangka,Nurita mengatakan penurunan angka stunting dari 1,34 persen tahun 2022 menjadi 1,27 persen pada tahun 2023 yang artinya penanganan kasus cukup berhasil.
“Dari 11 desa lokus stunting tahun 2022 menjadi 10 desa lokus pada saat ini,dan diharapkan desa lokus stunting ini akan semakin berkurang”,ujarnya.
Nurita juga mengatakan bahwa tumbuh kembang anak ini harus diperhatikan mulai dari masa pra kehamilan,masa kehamilan dan masa kelahiran hingga usia anak mencapai 5 tahun.Karena itu kesehatan ibu dan anak ini merupakan satu paket.
“Ibu ibu yang memasuki masa kehamilan harus sering mengontrol kesehatan kandungannya ke puskesmas atau pelayana kesehatan terdekat.Setelah masa kelahiran pun ibu dan anak harus rutin mengontrol kesehatan dan berat badan bayinya ke posyandu setiap bulannya.Kegiatan posyandu ini harus rutin dilaksanakan sampai usia anak 5 tahun,agar anak mendapatkan imunisasi yang lengkap dan tumbuh kembang anak dapat terjaga”,jelasnya.
Sementara itu Wakil Bupati Bangka yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Bangka,Syahbudin S.I.P,.M.T.r.iP. mengajak semua pihak mulai dari desa,kecamatan sampai tingkat kabupaten untuk bekerja sama dalam menanggulangi masalah stunting ini,agar tidak ada lagi anak anak yang mengalami gizi buruk sehingga menghambat tumbuh kembang mereka.
“Karena stunting ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi penurunan kualitas SDM kita,maka percapatan penanganan stunting harus kita galakkan untuk menciptakan SDM yang unggul dan berkualitas”,pungkasnya.
(Raja)













