Kutuk Aksi Terorisme, GP Ansor Bangka Tengah : Tetap Waspada, Teroris Masih ada

Nasional555 views

Bangka Tengah| Jejakkriminal.com- Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Bangka Tengah menyatakan duka cita mendalam bagi keluarga kepolisian yang menjadi korban meninggal dunia dan luka-luka atas aksi bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Rabu (7/12/2022).

“Aksi terkutuk ini harus dihentikan. Terorisme harus dibasmi hingga ke akar-akarnya karena tidak ada agama manapun yang membenarkan hal tersebut,” tegas Satriawan, Ketua PC GP Ansor Bangka Tengah.

Menurut Satriawan, ada indikasi kuat terkait pelaku dan afiliasi jaringannya. Pelaku terindikasi kuat anggota JAD, karena sasarannya adalah aparat kemanan yang dianggap toghut.

Dijelaskan dia, pelaku adalah mantan napiter bebas murni. Artinya, lanjut dia, ada potensi napiter bebas murni akan melakukan tindakan terorisme lagi.

“Pelaku juga merespons fatwa jubir ISIS internasional Syekh Abu Umar Al Muhajir yang menyerukan kepada seluruh umat Islam di dunia yang takut pada tiran, khususnya umat Islam di Filipina, Singapura, Malaysia, Indonesia, India, Bangladesh dan Pakistan, untuk bergabung dengan Daulah Islamiyah dan berperang,” terang Satriawan.

Satriawan lantas mengutip isi surat jubir ISIS.

“Kami melihat bahwa kalian itu lemah, bukan dari sisi kwantitas, karena jumlah kalian banyak, tetapi kalian kurang dalam tekad, kalian dihinggapi rasa takut, lemah dalam mendukung agama Allah. Maka bergabunglah dengan saudara-saudaramu di medan perang, perang melawan Hindu, komunis, kafir, di negara kalian. Karena musuh kalian semakin menghina agama kalian. Berapa lama kalian akan diam dan tetap diam dalam kehinaan ?”

Untuk itu, Satriawan Atas hal tersebut mengajak seluruh lapisan masyarakat dari segala entitas untuk waspada namun tetap tenang. Dia mendorong aparat kemanan untuk membongkar sel teror di Indonesia hingga ke akarnya.

Dia juga mengajak semua masyarakat untuk mewaspadai paham-paham keagamaan yang mengajarkan intolernasi dan radikalisme yang potensial menjurus ke terorisme. Dengan begitu, “early warning system” masyarakat akan kembali terasah dan mampu menghadapi mereka.

“GP Ansor Bangka Tengah mengajak tokoh agama untuk mendakwahkan ajaran yang damai dan tidak menebarkan kebencian kepada siapa pun dan golongan apa pun. Negara ini negara hukum dan biar mekanisme hukum yang menyelesaikan jika terjadi ajakan kebencian. Masyarakat harus pro aktif memantau dan melaporkan kepada pihak yang berwajib jika mendeteksi adanya kelompok teroris,” pungkas Satriawan.

(Butet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed